Senin, 16 Desember 2013

127 HOURS

picture taken from here
Lagi-lagi saya termasuk orang yang terlambat menonton film ini. Film berjudul "127 Hours" ini ternyata telah dirilis pada tanggal 12 November 2010 di Amerika Serikat dan pada tanggal 7 Januari 2011 di Inggris. Akan tetapi, memang, film ini pada awalnya berdar secara terbatas dan baru dirilis di berbagai belahan dunia pada tahun 2011. Saya sendiri baru tahu dan menontonnya tadi malam (16 Desember 2013), secara tidak sengaja, ketika menemukan saluran TV Lotus Macau. :|
Wallpaper taken from here
Ini adalah sebuah film yang diangkat dari kisah nyata, sama seperti film "Sanctum" yang pernah saya ceritakan pada posting sebelumnya. "Sanctum" dan "127 Hours" memiliki persamaan, yaitu sama-sama berangkat dari kisah nyata, merupakan biografi seorang penjelajah alam yang berjuang bertahan hidup, dan settingnya adalah celah-celah bebatuan bumi. Perbedaannya adalah di film "127 Hours" ini tidak ada adegan bunuh-membunuh demi mempertahankan hidup.
Help!!!

Adalah Aron Ralston, laki-laki, seorang pendaki gunung yang berwatak ceria, jahil, bandel, yang sedang menjelajahi bebatuan Robbers Roost di Utah. Awalnya dia naik mobil, lalu bersepeda sambil memasang handycam di sepedanya, tapi lalu jatuh karena terantuk bebatuan gunung. Bukan kesakitan ketika jatuh, Ralston malah mengambil camdignya dan berfoto dengan narsisnya :|.
Kemudian, Ralston bertemu dengan dua perempuan yang juga sedang menjelajahi pegunungan itu. Ralston pun mengajak mereka menelusuri celah-celah tebing batu yang sempit dan tiba-tiba Ralston menjatuhkan diri. Kedua perempuan yang sedang bertahan di antara celah batu itu terkejut. Namun, ketika mendengar suara debur air di bawahnya, kedua perempuan itu pun mengikuti ajakan Ralston untuk menjatuhkan diri (padahal celah bebatuan itu sangatlah sempit dan tidak tahu seberapa dalamnya sampai permukaan air).
Ketika melanjutkan perjalanan, Ralston terpeleset, terjatuh, lalu tangan kanannya tertimpa dan terjepit sebongkah batu yang tentu sangat berat. Dari sinilah konflik dalam film ini terjadi. Aron Ralston tidak bisa bergerak. Berbagai upaya ia lakukan untuk melepaskan tangannya yang sudah terluka itu dari himpitan batu. Yang ada bersamanya adalah handycam, kamera digital, seperangkat pisau lapangan, headlamp, beberapa webing, carabiner, sebotol air minum, jam tangan, dan apa lagi ya, mmm, tonton sendiri saja ya! :)

Mas Aron Ralston yang asli
Mas James Franco yang ehem ehem :D
Pokoknya, film ini wajib ditonton oleh yang mengaku suka petualang deh (!)

1 komentar: