sebentar lagi malam, ranting-ranting kecil yang rapuh itu pasti kedinginan menggapai-gapai entah dalam kesunyisenyapan dan esok, mungkin ia telah rebah di tanah.
dan maha besar tuhanku yang telah menggembalakan gugusan awan kelabu berarak mengembara menuju batas kenisbian cakrawala beberapa saat sempat meneduhi pohon tua yang mati tapi ranting-rantingnya seperti hendak menjabat langit ingin berseru: beri aku kesanggupan memujamu penuh seluruh tanpa mengeluh meski sakit!